Rabu, 17 Januari 2024

Tetap Sehat di Musim Hujan

 

Bagiku, hujan itu anugerah. Tubuh saya sensitif terhadap silau dan panas, apalagi siang yang terik. Efeknya langsung terasa saat itu juga. Kepala menjadi berat dan pening, mata pun terasa sakit. Saya tidak tahu apakah karena mata saya yang minus banyak, atau panas itu sendiri. Ya, panas merupakan pemicu migren bagi saya. dan ini sudah berlangsung sejak 30 tahun lalu. Alhamdulillah, 3 tahunan ini tidak seberat dulu migrennya. Mungkin karena itulah saya sangat menyukai dan merindukan hujan.

Tak dipungkiri, saat musim hujan pun ada penyakit yang mengintai, terutama flu, demam, batuk, pilek, diare, dan banyak lagi.

Kita perlu suplemen menyambut datangnya musim hujan. Kita manfaatkan saja apa yang sudah Allah beri, berupa rempah dan rimpang. Apa saja persiapan menyambut musim hujan?

 


Suplemen alami

Suplemen alami ini berupa mengatur asupan makanan. Minum ramuan yang terdiri dari jahe, serai, kunyit, lemon/jeruk nipis, plus madu. Minuman ini bisa menguatkan daya tahan tubuh menghadapi dingin dan ancaman virus. Terapkan pola hidup sehat dengan eat clean. Sedikit demi sedikit. Ikhtiar ini akan memberi dampak luar biasa pada tubuh.

Lalu, bagaimana jika sudah sakit? Sebisa mungkin hindari obat kimia, coba dulu dengan herbal, rempah dan rimpang. Semisal flu, banyak minum ari putih, minum ramuan jahe dan serai diberi madu, makan buah-buahan dan sayur. Intinya, hadapi musim hujan dengan kuatnya daya tubuh.

 

Pola makan sehat

Terapkan pola makan sehat, eat clean. Hindari makanan yang digoreng, makanan olahan, atau makanan dengan banyak zat adiktif. Perbanyak makan sayur dan buah juga air putih. Amankan stok makanan di rumah. Biasanya ketika hujan turun banyak orang enggan keluar rumah. 

 

Sedia payung/ mantel

Hujan turun tak terduga waktu dan tempat. Siapkan selalu payung atau mantel di kendaraan kita. Jika tidak malu, saya lebih suka menikmati basah kehujanan dari pada pakai mantel. Mengapa? Kehujanan itu asyik, basah-basah itu menyenangkan, dan hujan itu rahmat. Salah satu waktu makbulnya doa adalah ketika hujan turun.

 

Beberapa hal di atas upaya yang saya lakukan sebagai pencegahan terkena penyakit di musim hujan. Sakit itu mahal, yang murah itu sehat. Jadi, jaga sehatmu selalu.

Kalau Teman-teman, tips sehat di musim hujan bagaimana? Bagi-bagi tips, yuk!

Selasa, 16 Januari 2024

Resolusi Belajar 2024

 

Tahun 2023 yang telah berlalu meninggalkan kenangan sebagai spion untuk belajar lagi. Tahun 2024 harus lebih baik.

 

Tahun 2024 ini saya ingin belajar beberapa hal yang itu akan mengembangkan kompetensi dan keterampilan yang saya butuhkan. Baik terkait saya sebagai guru maupun saya sebagai pribadi yang harus terus berkembang. 

 


Belajar membuat konten

Media sosial tidak bisa dilepaskan dari berbagai aspek kehidupan. Dalam dunia pendidikan pun media sosial bisa menjadi saluran pembelajaran. Sebagai guru yang mengajar di zaman sekarang maka harus bisa menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi. Pertama, memanfaatkan teknologi sebagai sarana belajar dan pembelajaran. Kedua, memberi contoh bijak dalam berteknologi.

Keterampilan membuat konten dibutuhkan untuk menghasilkan produk yang menarik, layak tonton dan bisa menjadi inspirasi bagi orang lain. Keterampilan ini meliputi kemampuan mengambil gambar/video serta editing.

 

Belajar menulis cerita anak

Keterampilan menulis harus terus saya asah sehingga akan semakin tajam. Ada beberapa target yang saya bidik terkait menulis. Saya belajar menulis mulai menemukan ide, mengolah ide, riset, dan mengolah tulisan sehingga tulisan benar-benar layak terbit.

Kelas-kelas menulis daring yang sesuai merupakan salah satu jalan yang akan saya tempuh.

 

Mengasah penguasaan teknologi

Berbagai aplikasi hasil teknologi semakin memudahkan kerja manusia. Jadi, tak ada salahnya belajar utak-utik teknologi.

 

Belajar hidup sehat

Nah, ini. bisa hidup secara sehuat mesti belajar. Belajar mengenal dan mengolah makanan, mesti tahu bagaimana menghindari dan mencipta solusi terhadap zat-zat adiktif (kimia). Hidup sehat tidak hanya dari asupan makanan. Lingkungan yang sehat juga mesti diciptakan. Hidup sehat seutuhnya. Mesti banyak belajar mengelola sampah, minimal sampah sendiri. Sehat itu murah, hanya perlu banyak belajar, mencari wawasan dan memiliki motivasi kuat mewujudkannya.

 

Mengasah keterampilan baru

Tak ada ruginya belajar hal baru. Ilmu yang didapat bisa dibagikan kepada orang lain.

 

Belajar bisa di mana saja, kapan saja. dunia sudah dalam genggaman. Berbagai pilihan sarana untuk belajar tersedia dalam gawai kita. Belajar tidak mesti dalam kelas. Belajar jangan terbatas usia. Teruslah belajar sehingga otak akan selalu bekerja.

Belajar sejak dari buaian hingga waktu tak lagi tersisa. Belajarlah walau harus pergi ke negeri China. Jadi, ayolah, terus kembangkan diri menjadi pribadi yang cerdas dan terampil.

 

 

Destinasi Impian

 

Hai, Teman-teman. Pagi yang panas di Jogja. Bagaimana di tempat kalian?

Bahas tempat, selama ini, selain Pulau Jawa, yang sudah saya kunjungi adalah Pulau Bali dan Nusa Tenggara Barat, di Kota Bima. Itu pun karena tugas negara. Untuk negara saya baru mengunjungi Jepang. Sejak lahir, bisa dikatakan saya belum jalan-jalan jauh. Pulau Jawa pun belum dikelilingi. 

 

Tentu saja, Mekah menjadi tujuan utama, dalam rangka ibadah haji dan umroh. Saya ingin bisa menunaikan ibadah bersama keluarga. 

Selain itu, berikut tempat yang ingin saya kunjungi.

 Balikpapan

Kota ini merupakan tempat tinggal adik yang belum pernah saya kunjungi. Sepertinya harus mengagendakan plus menyiapkan akomodasinya. Kalimantan merupakan salah satu tempat impian sejak kecil. Hutan yang menghijau, kehidupan yang tenteram damai bersama alam. Ah, masihkah impian kecil ini nyata adanya?

 

Gorontalo

Ada sahabat di kota ini. Saya ingin sekali bisa mengunjunginya, suatu saat nanti. Sahabat saya asli Jogja yang bekerja di sana. Beliau saat ini menetap di kota Gorontalo, apalagi setelah menikah dengan orang Sulawesi.

 

Jepang

Jepang merupakan negara impian masa kecil. Negara yang mengedepankan teknologi tinggi. Alhamdulillah, sudah diberi kesempatan berkunjung ke sana, walau dalam tugas negara. Namun, saya masih berkeinginan mengunjunginya kembali. Saya ingin mengunjungi kota-kota lain di Jepang.

 

Tidak perlu meragukan lagi keindahan yang membentang di wilayah Indonesia. Berbagai tempat indah nan eksotik menjadi pesona tersendiri. Selama masih ada waktu dan kesempatan, ayo, kita jelajahi  indahnya nusantara. 

Senin, 15 Januari 2024

Pencapaianku di 2023

 Senin pagi yang cerah dan panas. Senin tetap semangat menghadapi kenyataan yang main luar biasa.   

 Januari sudah separuh perjalanan. Tahun 2023 masih jelas dalam bayangan. Ada banyak hal yang terjadi dan kulalui. Jejak-jejak kenangan tak akan hilang walau tersapu panas.

Setiap perjalanan pasti memberi hasil sesuai dengan porsi usaha. Berikut  pencapaian di tahun 2023 yang menjadi hal yang berkesan untukku. 

 

Lolos Sayembara Balai Bahasa DIY

Impianku menjadi penulis dengan memantapkan menempuh jalan ini di jalur menulis. Tahun 2023 aku beberapa kali mengikuti kelas-kelas daring menulis. Tujuanku semakin mengasah keterampilan mengembangkan ide sehingga layak jual. Dan tentu saja mengikuti kompetisi sebagai ajang untuk menempa dan mempertajam pena.

Sayembara Menulis cerita anak dwibahasa yang diselenggarakan oleh Badan Bahasa dan Sastra Provinsi DIY menjadi salah satu ajang untuk bertumbuh. Alhamdulillah, aku lolos sebagai penulis terpilih. Selain mendapat apresiasi berupa uang pembinaan dan sertifikat, aku juga memperoleh kesempatan bimbingan menerjemahkan dalam bahasa daerah.

 



Tuntas 28 hari Tantangan Menulis Sahabat Forsen  

Selain kompetisi-kompetisi sebagai ajang uji nyali, saya juga mengikuti beberapa kesempatan tantangan menulis. Tantangan ini benar-benar menantang untuk memaksa diri sendiri minimal menyelesaikan tantangan. Tidak mudah, euyy. Perlu motivasi dan usaha keras untuk bisa menyelesaikan. Ditambah energi untuk mengolah ide menjadi tulisan yang baik. Alahmdulillah, saya bisa menyelesaikan tantangan yang diselenggarakan oleh Sahabat Forsen. Tantangan menulis sesuai kata kunci yang sudah ditentukan dan diunggah ke media sosial.

Dan, alhamdulillah ada apresiasi berupa goodie bag keren dari Sahabat Forsen.

 

Blog Impian menjadi nyata

Masih seputar dunia menulis. Pencapaian besar saya adalah terwujudnya blog yang sudah lama mati suri. Saya mengikuti kelas blog pemula bersama Kak Wulan Kenanga sehingga wawasan per-blog-an bertambah. Dan ini adalah tantangan pertama di tahun 2024 untuk mengisi blog selama 30 hari dengan tema yang sudah ditentukan. Ups, saya sudah kehilangan beberapa hari, alias bolong tidak mengunggah tulisan. Bismillah tetap akan menyelesaikan 30 tulisan walau unggah dobel.

 

Dan, mungkin dari hal ini, saya harus lebih keras belajar untuk konsisten dan tegas terhadap diri sendiri.

 

Apa yang sudah kita capai bukan bahan untuk jumawa apalagi saling menjatuhkan, namun menjadi evaluasi diri, perbaiki dan perbaiki. 

"Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri" (QS Ar-Ra'd:11)


Sabtu, 13 Januari 2024

Nikmati dengan Syukur

 Alhamdulillah, bisa jumpa lagi disini, Teman-teman.

 

Pagi ini, Jogja cerah, bahkan cenderung panas. Aku merindukan rintik hujan, deras menyegarkan bumi. Adem, tenang, bisa menikmati suara air yang dicurahkan sebagai rahmat-Nya.

Hal yang membuat aku bersyukur, salah 3 nya ini:

 Sehat

Nikmat sehat, sebuah nikmat luar biasa. Aku sangat bersyukur diberi nikmat sehat ini. bagaimana tidak, sebelumnya, aku adalah penderita migren yang sudah bertahun-tahun. Aku begitu phobi dengan cuaca panas dan silau, karena itu akan memicu migren. Kepala langsung cenut-cenut rasanya. Tidak ringan untuk bisa menahan sakitnya. Dan, aku tidak mau minum obat karena sejak SMP sudah minum obat pasaran pereda migren, bahkan sampai doble dosis karena satu butir tak mempan meredakannya. Setelah sadar bahayanya, berjuang untuk tetap menikmati cenut-cenutnya. Efeknya memang meluas. Sesuatu yang tidak baik-baik saja pasti akan memberi dampak yang tidak baik juga, bukan?

Hingga akhirnya aku kenal dengan pola hidup sehat, pada tahun 2022. Hal itu memberi kesadaran bahwa badan yang sehat tergantung apa yang dikonsumsi. Dan, aku bersyukur, bisa menikmati sehat tanpa migren, badan enteng, emosi lebih terjaga, ibadah pun bisa lebih baik.

 

Waktu yang cukup

Waktu yang cukup dalam arti cukup untuk menyelesaikan semua to do list, setiap harinya. Dan, ini bukan hal yang mudah. Keterampilan mengelola waktu, hal yang harus dipelajari sepanjang hari. Seringkali baris-baris to do list karena berbagai hal. Baik karena diri sendiri yang masih belum konsisten, bisa juga faktor dari luar.

Namun, aku masih semangat belajar mengelola waktu dan diri. Bahwa setiap hari harus peningkatan sekecil apapun. Bukankah, hal besar terjadi karena akumulasi dari hal-hal lecil yang terselesaikan?

 

Keluarga

Aku sangat bersyukur dikelilingi keluarga yang begitu menyayangi. Kebersamaan dan rasa peduli mereka menjadi motivasi dan energi untuk terus berkembang. Doa-doa mereka menjadi pengiring semua yang aku lakukan. Aku bersyukur sekali menjadi bagian dari keluargaku sekarang. Baik bagian dari keluarga suami, maupun keluargaku sendiri.

 

Tiga hal itu menjadi bagian dari syukurku, diantara syukur-syukur yang lain.

Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat.” (QS Ibrahim:7)

Rabu, 10 Januari 2024

Rumahku Surgaku

 Assalamualaikum, teman-teman,

Beberapa hari tidak meninggalkan catatan di sini. Ternyata, memang benar, “Demi waktu”. Managemen waktu itu tidak mudah dan tidak ringan. Hehe, jadi malu.

 Ok, kita kembali ke sini, ya. Kembali ke rumah. Sejauh manapun aku pergi pasti kembali ke rumah. Jadi, rumah bagiku adalah rumah. Rumah tempat aku istirahat, bertemu dan berkumpul bersama keluarga.



Saat ini sudah memasuki musim hujan. Rumah menjadi tempat paling hangat saat hujan menderas. Rumah menjadi tempat paling nyaman menikmati suara dan dinginnya hujan.

Saat anak-anak pulang dari pondok, rumah menjadi ramai dengan celoteh, pertengkaran, sendau gurau mereka. Rumah menjadi surga dengan lantunan Alquran.

Ini 3 hal untuk mewujudkan rumahku surgaku (baiti jannati):

1.    Terangi dengan menegakkan salat

Tempat yang tidak pernah digunakan untuk salat adalah kuburan. Jadi, jika tidak ingin rumah kita menjadi kuburan, dirikan salat di dalamnya. Baik salat fardu (terutama untuk perempuan), dan salat-salat sunah lainnya.

 

2.    Ramaikan dengan lantunan Alquran

Sama seperti kuburan jika di rumah tak pernah terdengar suara lantunan ayat-ayat suci Alquran. Bacalah walau terbata-bata. Setiap huruf yang dibaca menjadi keberkahan bagi penghuninya.

 

3.    Hiasi dengan kebaikan

Kebaikan berasal dari rumah. Berbagai macam kebaikan mulailah dari rumah. Penghuni yang bermanfaat bagi masyarakat sekitarnya.

 

Itulah arti rumah bagiku. Intinya, rumah adalah tempat ternyaman, hangat, dan membahagiakan.

Kalau menurut teman-teman, bagaimana? Apa arti rumah bagi teman-teman?

Senin, 08 Januari 2024

Ketika Sedih, Ngapain?

 

Hai, teman-teman. Pagi syahdu di Jogja, dingin juga, setelah kemarin Jogja diguyur derasnya rahmat. Udaranya yang adem tak membuat mager, ya. Tergerak, bergerak, menggerakkan, biar hangat jiwa raga. Namanya juga Guru penggerak, slogannya terus bergerak.😝

Alhamdulillah, hari ini kunikmati dengan bahagia. Penuhi dengan syukur masih diberi kesempatan bergerak. Tidak pernahkah aku sedih? Ya, pernah dong. Aku manusia yang juga merasakan sedih. Saat sedih melanda, apa yang aku lakukan? Yang pertama salat. Aku tumpahkan air mata sampai merasa lega dada. Namun, jika tak kunjung reda, biasanya aku tidur.

Tidur akan membuat diriku istirahat. Biasanya ketika bangun akan lebih segar, dan sedihnya hilang alias lupa.

Kadang sedihku tanpa alasan. Perasaan tidak nyaman, rasa ingin menangis, dan sesak. Kondisi ini membuat aku tidak nyaman jika harus berada di lingkungan yang ramai. Aku akan menepi, sekadar duduk menikmati angin. Sering kali aku akan mengajak anak-anak jalan. Pergi bertiga naik motor keliling mencari tempat singgah. Duduk-duduk sambil menikmati jajanan di tepi embung, sudah cukup membuat sedihku terkikis.

Dampak saat sedih sering kali membuat produktivitas menurun. Jika tidak segera sadar, maka bisa jadi hari itu tidak akan menghasilkan apa-apa. Dalam kondisi seperti ini, biasanya keluar berburu kuliner. Tidak mesti ke cafe apalagi resto mahal, tempat yang nyaman ditemani cappucino hangat cukuplah. Dan, tidak lupa buku atau kertas untuk corat-coret.

Kesedihan memang bisa menurunkan produktivitas, namun, kadang pula bisa melipatgandakan mood booster. Walau tidak sering, kadang saat sedih justru meluapkan dengan menjahit atau malah deep clean. Aneh, ya? Ya, begitulah. Saat sedih, apa yang teman-teman lakukan? Yuk, sharing disini.